Senin, 27 Agustus 2018


Pengertian Loglist server Firewall
Loglist server firewall yaitu suatu kegiatan yang mendata semua aliran data yang masuk pada level aplikasi di server. 


Analisis laporan hasil kerja server firewall
Pada tahap pengujian yang telah dibangun, sistem keamanan tersebut akan diuji menggunakan tools uji keamanan berikut :
  1. Nmap (Network Mapper) 
    Nmap digunakan untuk melakukan port scan/port sweep yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi/reconnaissance terhadap komputer target yaitu layanan apa saja yang disediakan oleh komputer target atau web server Private Cloud. Pada pengujian sistem keamanannya dilakukan dua kali percobaan (percobaan 1 dan 2) yang masing-masing percobaan menggunakan fitur Nmap TCP Connect () Scan, yang dimana scan ini mengirim paket TCP utuh (SYNSYN_ACK-ACK) pada komputer target kemudian periksa hasil data log sistem keamanan terhadap scan tersebut. Untuk dapat melakukan Nmap TCP Connect () Scan, ketikkan perintah berikut pada terminal: Nmap –sT 192.168.10
  2. Hping3
    Hping3 digunakan untuk melakukan serangan DOS (Denial Of Service) yang berupa ICMP Flood yang dimana bertujuan untuk membanjiri komputer target dengan paket ICMP_ECHO_REQUEST yang berjumlah sangat banyak sehingga dapat menghabiskan resource (CPU Usage) yang dimiliki komputer target. Untuk pengujian sistem keamanannya dilakukan dua kali percobaan ICMP Flood yang masing-masing dilakukan selama 30 detik terhadap web 37 server cloud dan periksa hasil data log sistem keamanan serta dampak yang dihasilkan pada web server, dalam hal ini CPU Usage web server cloud. Untuk dapat melakuan ICMP Flood menggunakan Hping3, ketikkan perintah berikut pada terminal: hping3 –p 80 --flood –-icmp 192.168.1.10
Kali ini saya hanya menjelaskan yang menggunakan Nmap.


Agar proses analisa data log dari setiap keadaan pengujian lebih efisien dan mudah dianalisa, maka untuk setiap pengujian file log akan dihapus kemudian dibuat kembali, serta log daemon serta sistem keamanan yang digunakan direstart. Ini agar dalam setiap pengujian paket yang di-log oleh Iptables/Psad dapat berjumlah hingga ribuan paket sehingga dapat menyebabkan kesulitan dalam menganalisa data log dari setiap keadaan pengujian pada PC Router. Serta sampel log yang diambil adalah paket yang berada di urutan terakhir agar lebih memudahkan serta efisien dalam menganalisa paket tersebut.
Paket yang di log merupakan paket yang memiliki prefix sebagaimana berikut :
  1. “INVALID PKT “ Paket yang termasuk/memiliki prefix ini adalah paket yang tidak sesuai/invalid dengan state yang ada. Artinya tidak termasuk kedalam koneksi apapun yang berjalan/ada pada server. 
  2. “SPOOFED IP “ Paket yang memiliki prefix ini adalah paket yang berasal dari LAN 1 yang memiliki alamat sumber sama dengan alamat IP dari LAN 2.
  3. “DROP PKT “ Paket yang memiliki prefix ini adalah paket yang tidak sesuai dengan rules yang ada pada firewall.
  4.  “ICMP FLOOD “ Paket yang memiliki prefix ini adalah paket yang terdeteksi sebagai paket DOS ICMP Flood.
Pengujian PC Router sebagai Firewall

Pada pengujian PC Router sebagai Firewall, fitur keamanan firewall yang digunakan yaitu Iptables. Dimana firewall Iptables sudah terkonfigurasi dan diatur paket-paket apa saja kah yang diijinkan masuk kedalam jaringan/web server dan 38 mana yang tidak (rules and policy). Paket yang tidak sesuai dengan rules/policy yang diterapkan akan di log dan data log tersebut akan dianalisis.

Pengujian menggunakan Nmap
Digunakan Nmap TCP Connect Scan () untuk melakukan port scan/sweep terhadap web server cloud dan melihat hasilnya apakah firewall berfungsi dengan baik. Berikut merupakan hasil tampilan dari Nmap ketika firewall diterapkan.
Tampilan Hasil Scan Nmap Firewall on
Pada tampilan hasil scan Nmap pada gambar diatas, didapatkan hasil bahwa Nmap telah melakukan Port Scan pada web server selama 17,48 detik dan layanan (service) yang ada pada web server cloud adalah untuk http (port 80), https (port 443) dan DNS (port 53). Tetapi yang dalam keadaan terbuka (open/tersedia pada web server tersebut) adalah layanan untuk http dan https (port 80 dan 443), sedangkan untuk layanan DNS (port 53), walaupun pada web server ada layanan untuk DNS tetapi web server tidak menyediakannya untuk client karena dalam keadaan tertutup (closed). Berikut merupakan hasil data log Iptables terhadap port scan yang dilakukan oleh Nmap.
Tampilan Jumlah Paket Data Log Firewall on
Pada tampilan diatas, didapatkan hasil bahwa Iptables telah melakukan log berjumlah 2006 paket yang dimana paket-paket tersebut berasal dari port scan yang dilakukan oleh Nmap yang sebelumnya. Paket tersebut di log dan drop oleh Iptables karena tidak sesuai dengan rules dan policy yang diterapkan pada firewall. Hasil analisa ini didapat dari Prefix paket yang dilog tersebut yaitu “DROP PKT”, seperti yang digambarkan pada Gambar diatas dan detil isi paket pada Gambar dibawah ini
Tampilan Sampel Paket Data Log
Pada Gambar diatas merupakan sampel paket yang di-log oleh Iptables. Isi sampel paket tersebut berupa nilai-nilai yang ada pada TCP/IP header yang dimiliki oleh paket tersebut. Untuk penjelasan detil mengenai sampel paket log Iptables seperti yang digambarkan pada Gambar diatas akan dijelaskan di bagian lampiran.

Ketika dilakukan pengujian nmap scan kembali, hasil data log Iptables bertambah dari yang asalnya 2006 menjadi 4012 paket. Dari hasil yang didapat tersebut tidak berbeda jauh dengan pengujian sebelumnya (PC Router sebagai Firewall), dimana ketika dilakukan nmap scan kembali setelah percobaan pertama paket yang di-log oleh Iptables bertambah sekitar 1990-2010 paket.

Sumber : https://shinkun21.blogspot.com/

Memahami Persyaratan Membangun Firewall


Pengertian Server Firewall
Sebuah server merupakan jantungnya kebanyakan Jaringan, merupakan komputer yang sangat cepat, mempunyai memori yang besar, harddisk yang memiliki kapasitas besar, dengan kartu jaringan yang cepat. Sistem operasi jaringan tersimpan disini, juga termasuk didalam nya beberapa aplikasi dan data yang dibutuhkan untuk jaringan.
Sebuah server bertugas mengontrol komunikasi dan informasi diantara komponen dalam suatu jaringan. Sebagai contoh mengelola pengiriman file database atau pengolah kata dari workstation atau salah satu komponen, ke komponen yang lain, atau menerima email pada saat yang bersamaan dengan tugas lain.

Terlihat bahwa tugas server sangat kompleks, dia juga harus menyimpan informasi dan membaginya sangat cepat. Sehingga minimal sebuah server mempunyai beberapa karakter seperti dibawah ini :


  1. Processor minimal 3.0 GHz atau processor yang lebih cepat lagi.
  2. Sebuah Harddisk yang cepat dan berkapasitas besar atau kurang lebih 500 Gb.
  3. Mempunyai banyak port network.
  4. Kartu jaringan yang cepat dan Reliabilitas.
  5. Memiliki RAM yang besar,minimal 2 Gb.


FIREWALL , Apabila sudah menggunakan internet untuk beberapa waktu, dan terutama jika bekerja di perusahaan yang besar dan browse internet di tempat kerja, mungkin sudah mendengar istilah firewall. Sebagian contohnya, sering mendengar orang bilang, “Saya tidak bisa ke situs itu sebab mereka tidak mengijinkan melalui firewall.” Firewall merupakan suatu cara atau mekanisme yang diterapkan baik terhadap hardware, software ataupun sistem itu sendiri dengan tujuan untuk melindungi, baik dengan menyaring, membatasi atau bahkan menolak suatu atau semua hubungan/kegiatan suatu segmen pada jaringan pribadi dengan jaringan luar yang bukan merupakan ruang lingkupnya. Segmen tersebut dapat merupakan sebuah workstation, server, router, atau local area network (LAN).

Filtering Server Firewall
Packet Filtering adalah mekanisme yang dapat memblokir packet-packet data jaringan yang dilakukan berdasarkan peraturan yang telah ditentukan.
Packet Filtering umumnya digunakan untuk memblokir lalu-lintas yang mencurigakan yang datang dari alamat IP yang mencurigakan, nomor port TCP/UDP yang mencurigakan, jenis protokol aplikasi yang mencurigakan, dsb.
Jenis :
  • Static Packet Filtering adalah jenis paket jenis filter yang diimplementasikan pada kebanyakan router, dimana modifikasi terdapat aturan-aturan filter yang harus dilakukan secara manual.
  • Dynamic Packet Filtering adalah apabila proses-proses tertentu disisi luar jaringan dapat merubah aturan filter secara dinamis berdasarkan even-even tertentu yang diobservasi oleh router (sebagai contoh: paket FTP dari sisi luar dapat diijinkan apabila seseorang dari sisi dalam me-request sesi FTP)
Proxy


proxy yaitu sebuah komputer server yang bertindak sebagai komputer lainnya untuk menerima / melakukan request terhadap kontent dari sebuah jaringan internet atau intranet.  Proxy server bertindak sebagai gateway untuk setiap komputer klien. Web Server yang menerima permintaan dari web proxy akan menerjemahkannya, dan seolah-olah permintaan tersebut langsung dari komputer klien.

Peralatan Pembangun Firewall
Langkah-langkah membangun firewall
  1. Mengidenftifikasi bentuk jaringan yang dimiliki Mengetahui bentuk jaringan yang dimiliki khususnya toplogi yang di gunakan serta protocol jaringan, akan memudahkan dalam mendesain sebuah firewal.
  2. Menentukan Policy atau kebijakan Penentuan Kebijakan atau Policy merupakan hal yang harus di lakukan, baik atau buruknya sebuah firewall yang di bangun sangat di tentukan oleh policy/kebijakan yang di terapkan. Diantaranya :
    1. Menentukan apa saja yang perlu di layani. Artinya, apa saja yang akan dikenai policy atau kebijakan yang akan kita buat .
    2. Menentukan individu atau kelompok-kelompok yang akan dikenakan policy atau kebijakan tersebut.
    3. Menentukan layanan-layanan yang di butuhkan oleh tiap tiap individu atau kelompok yang menggunakan jaringan.
    4. Berdasarkan setiap layanan yang di gunakan oleh individu atau kelompok tersebut akan ditentukan bagaimana konfigurasi terbaik yang akan membuatnya semakin aman .
    5. Menerapkankan semua policy atau kebijakan tersebut.
  3. Menyiapkan Software atau Hardware yang akan digunakan Baik itu operating system yang mendukung atau software-software khusus pendukung firewall seperti ipchains, atau iptables pada linux, dsb. Serta konfigurasi hardware yang akan mendukung firewall tersebut.
  4. Melakukan test konfigurasi Pengujian terhadap firewall yang telah selesai di bangun haruslah dilakukan, terutama untuk mengetahui hasil yang akan kita dapatkan, caranya dapat menggunakan tool tool yang biasa dilakukan untuk mengaudit seperti nmap

s

Memahami Firewall pada Keamanan Jaringan




A. Pengertian Firewall 
     Firewall adalah perangkat yang digunakan untuk mengontrol akses terhadap siapapun yang memiliki akses terhadap jaringan privat dari pihak luar. Saat ini, pengertian firewall difahami sebagai sebuah istilah generik yang merujuk pada fungsi firewall sebagai sistem pengatur komunikasi antar dua jaringan yang berlainan.


B. Konsep Firewall Pada Host dan Server

Pada Host

 
    
Pada Server

 


C. Implementasi Firewall di Host
     Personal Firewall didesain untuk melindungi komputer terhubung ke jaringan dari akses yang tidak dikehendaki. Implementasinya dengan menambahkan beberapa fitur pengaman tambahan seperti proteksi terhadap virus, anti spyware, anti spam.

D. Implementasi Firewall di Server
     Network Firewall didesain untuk melindungi jaringan secara keseluruhan dari berbagai serangan yang umumnya dijumpai dalam dua bentuk, yaitu sebuah perangkat terdeteksi atau sebagai perangkat lunak yang diinstalasikan dalam sebuah server. Implementasinya dengan menggunakan Microsoft Internet Security and Acceleration Server (ISA Server), Cisco Pix, Cisco ASA.

E. Firewall dan Perangkatnya
    Firewall adalah perangkat yang digunakan untuk mengontrol akses terhadap siapapun yang memiliki akses terhadap jaringan privat dari pihak luar.
    Perangkatnya yaitu Software ip tables / ip chairs yaitu sebuah program yang berisi aturan-aturan yang menentukan tindakan apa yang akan dilakukan terhadap sebuah paket.

F.  Filtering Firewall
     Penyaringan paket data dan memutuskan apakah paket data tersebut dapat diakses atau tidak.

G. Loglist Server Firewall
     Mendata semua aliran data, data yang masuk pada level aplikasi di server.

H. Tata Cara Pengamanan Peralatan Jaringan

     A. IDS (Intrusion Detection System)
          Menguasai lalu lintas jarigan terhadap tindakan yang mencurigakan pada suatu host atau jaringan, dimanadata dicek terlebih dahulu dan apakah data tersebut merupakan ancaman atau tidak .
     B. IPS (Intrution Protection System)
         Mendeteksi dan melindungi sistem baik dalam maupun luar jaringan , dimana IPS akan memerintahkan firewall untuk segera memblokir koneksi yang berupa serangan sebelum masuk ke jaringan .
I. Prosedur dan Cara Pengujian Keamanan Fisik Jaringan
   Dengan memberikan keamanan seperti memilih power supply yang baik dan memory yang cukup maka kinerja hard ware dapat berjalan dengan lancar , jaringan terbebas dari kendala pada hardware. Hal tersebut berpengaruh pada kelancaran kinerja jaringan pada komputer server maupun client . 
J. Prosedur dan Cara Pengujian Keamanan Logic Jaringan
   Dengan perangkat yang digunakan seperti Sistem Operasi Firewall, Anti Virus, dan Software Maintenance. Dengan software tersebut kita dapat melindungi komputer dari Malware atau software yang bersifat merusak seperti virus, dan konflik port pada komputer kita.